BOLAHOKY.COM – Pemain muda potensial Indonesia, Egy Maulana Vikri, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, pemuda 17 tahun itu tengah menjadi bidikan sejumlah klub Eropa usai penampilan mengesankannya bersama Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19.

Setidaknya, terdapat berbagai klub dari enam negara di Eropa yang telah menyodorkan tawaran untuk meminang Egy. Keenam negara tersebut adalah Italia, Jerman, Portugal, Prancis, Spanyol, dan Polandia.

Egy sendiri memang memiliki impian untuk bisa bermain di daratan Eropa dan menimba ilmu sebanyak mungkin dari benua Biru tersebut. Kendati demikian, Egy tetap berhati-hati dalam memilih klub dari negara mana yang akan menjadi pelabuhan berikutnya.

Menyoroti hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Imam Nahrawi, turut menjelaskan bahwa terdapat beberapa pertimbangan yang dilakukan Egy dalam memilih klub Eropa tersebut. Terdapat setidaknya dua faktor yang menjadi pertimbangan utama, yakni ketersediaan masjid selaku tempat ibadah bagi Egy dan bahasa yang digunakan di negara tersebut.

“Pilihan-pilihan untuk berlabuhnya Egy di klub itu pasti akan ada pertimbangan-pertimbangan.Tidak hanya soal rencana kontrak , api juga ada soal psikologis, salah satunya harus dekat masjid karena Egy ini salah satu orang yang sangat agamis, salatnya gak pernah ditinggal,” ujar Imam, seperti disampaikannya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/1/2018).

“Yang kedua soal bahasa tapi soal bahasa itu tentu masih bisa di-upgrade termasuk soal-soal yang lain seperti skill dan lain sebagainya.

“Ini akan jadi pilihan bagi Egy, yang penting pemerintah mendorong, mendukung agar siapapun terutama Egy berhak untuk memilih klub dan negara mana yang akan dia nanti menjadi pemain profesional, pemain hebat yang akan membawa nama harum indonesia di dunia internasional,”

Sementara itu, Egy sendiri hingga saat ini masih belum memiliki pilihan yang pasti untuk dijadikan tempat berlabuh. Egy menerangkan bahwa pilihannya akan diputuskan pada satu sampai dua bulan ke depan.

Egy pun masih enggan membeberkan klub-klub Eropa mana saja yang telah menyodorinya kontrak. Menurutnya adalah sesuatu yang tidak layak untuk membicarakan klub yang masih belum menjadi tempatnya bernaung. Terlebih lagi, pemuda asal Medan itu juga khawatir bila terlalu mengumbar informasi soal klub-klub yang meminatinya, justru akan menjadi kerugian bagi dirinya sendiri.

“Belum bisa dibilang karena belum ada kontrak. Jadi tunggu satu atau dua bulan lagi baru finalnya bagaimana nanti agar dari klubnya juga tidak ada masalah nantinya karena belum kontrak, tahu-tahu sudah diumumin main di klub ini nanti takutnya ada masalah. Bisa-bisa saya batal ke sana kan, jadi mimpi saya hancur gara-gara gitu saja,” ucap Egy.

“Jadi lebih baik tunggu saja nanti karena saya juga punya mimpi besar, saya ingin main di Eropa biar orang luar negeri tahu orang indonesia juga bisa main di Eropa,” pungkas Egy.