Bandar Bola

 BOLAHOKY.COM – La Liga termasuk liga yang populer di Indonesia tapi baru Sevilla yang pernah datang ke Tanah Air. Lalu, kapan klub Spanyol lainnya menyusul Sevilla?
Sevilla pernah berkunjung sekali ke Indonesia pada Mei 2014 usai musim 2013/2014. Saat itu Sevilla yang berstatus sebagai juara Liga Europa mengalahkan Pelita Bandung Raya dengan skor 4-0 dalam laga ujicoba di Stadion Si Jalak Harupat.

Pada laga eksebisi itu, Sevilla membawa sebagian besar pemain bintangnya. Kedatangan Sevilla memang tak lepas dari jasa pengelola Liga Spanyol (LFP) yang ingin mengenalkan sepakbola Spanyol kepada Indonesia lebih luas. Sesudah Sevilla, ada juga Espanyol yang bertanding menghadapi Timnas Indonesia U-19 dan Persija Jakarta, meski sebagian besar yang dibawa adalah para pemain cadangan serta tim B.

 


Namun, hingga saat ini tetap Real Madrid, Barcelona, dan terakhir Atletico Madrid, yang ditunggu kedatangannya di Indonesia. Apalagi ketiga klub itu sudah cukup menjadikan La Liga sebagai salah satu liga yang paling banyak ditonton di sini.
Meski demikian, jika bicara tim-tim yang lain, tingkat awareness para penikmat sepakbola Indonesia masih kurang dan bahkan ada yang tidak tahu. Maka dari itu La Liga pun merasa Indonesia jadi sasaran promosi yang penting dalam misi mereka menancapkan kukunya di Asia.

Apalagi La Liga tahu Indonesia adalah pasar besar yang mampu menar

ik banyak penonton. Mendatangkan tim La Liga ke Indonesia bisa jadi salah satu caranya dan PSSI atau pihak promotor bisa memanfaatkan sosok Luis Milla yang kini menangani timnas.
“Empat tahun, Sevilla datang ke Indonesia dan kami akan terus membawa tim-tim ke Indonesia. Sepakbola Spanyol di Indonesia itu sangat bagus. Kami memang masih mengusahkan itu. Indonesia adalah salah satu negara di mana ada perwakilan kami, kami bekerjasama dengan liga lokal, kami membuka akademi, dan tentunya akan ada tim Spanyol main di Indonesia,” ujar Presiden La Liga, Javier Tebas, dalam wawancara dengan detikSport di Shangri-la Hotel, Singapura, Rabu

Memang belum diketahui kapan pastinya ada tim-tim Spanyol lainnya bakal menyusul main di Indonesia. Tapi, yang pasti otoritas liga itu bakal terus menggenjot promosi di kawasan Indonesia dan juga Asia, terutama dari sisi digital.

“Dari strategi digital kami, pertama-tama kami sudah mengontrak orang yang berpengalaman dalam hal media sosial. Tidak cuma facebook, tapi juga instagram, twitter, snapchat, dan lainnya. Yang kedua adalah membuka perwkailan di manapun, termasuk China, Jepang, Rusia, dan India. Kami ingin ada di manapun, maka kami harus menyampaikan dalam bahasa setempat,” sambung Tebas.
“Bersama-sama dengan India, Indonesia adalah pasar di mana kami me

nginvestasikan lebih banyak uang dalam hal kampanye di facebook agar kami bisa maksimal dalam sosialiasi serta engagement. Kami punya banyak fans di Indonesia khususnya Barcelona. Kami sering membuat konten berbahasa Indonesia setiap pekannya dan kini kami bekerjasama dengan akademi lokal, kami ingin lebih banyak menyampaikan dalam bahasa lokal. Angka engagement-nya di sini begitu tinggi,” tutup Tebas.