Bandar Bola

BOLAHOKY.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memanggil petinggi-petinggi PSSI untuk membahas status cuti Ketua Umum Edy Rahmayadi dalam pertemuan di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Rabu (21/2/2018).

Dari 18 Februari sampai 30 Juni 2018, Edy Rahmayadi memang meminta agar dirinya nonaktif dari PSSI. Tujuannya, dia ingin fokus menjalani masa kampanye sebagai calon Gubernur Sumatera Utara. Untuk mengisi kekosongan, Komite Eksekutif menunjuk Wakil Ketua Umum Joko Driyono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.

“Nah, ini yang menjadi menarik, apakah peraturan FIFA membolehkan Ketua Umum cuti. Karena sekarang PSSI seperti kehilangan induk dan saya memahami pastinya PSSI sedang dalam posisi sulit,” kata Imam Nahrawi.

“Di satu sisi kita semua, pemerintah dan PSSI utamanya menyiapkan modal untuk perang di Asian Games nanti, lantas bagaimana kondisi PSSI saat ini. Nah saya meminta penjelasan,” ucap Imam Nahrawi menambahkan.

Menjawab pertanyaan Imam Nahrawi, Joko Driyono menyatakan bahwa pihaknya sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan FIFA. Maka itu, Komite Eksekutif berani menggelar rapat untuk menunjuk Joko Driyono menjadi Plt.

“Sebelum Exco memutuskan, PSSI telah berkonsultasi ke Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Prosesnya sangat sederhana, yakni pada 11 Februari lalu, Pak Edy telah memberikan surat kepada jajaran Exco untuk pengajuan cuti,” ucap Joko Driyono.

“Kemudian lima hari setelahnya, yakni pada 16 Februari, Exco menggelar rapat internal dan mengeluarkan putusan bahwa saya selaku wakil ketua umum ditunjuk untuk menggantikan posisi dan menjalankan kewajiban ketua umum. Dan pada 18 Februari, saya ditetapkan sebagai pelaksana tugas hingga masa cuti Pak Edy berakhir,” kata dia mengimbuhkan.