Bandar Bola

BOLAHOKY.COM – Musim ini, Manchester United asuhan Jose Mourinho terengah-engah mengejak Manchester City yang ditangani pep Guardiola. Bukan hanya di Premier League, Man. United juga terbilang inferior dari seteru sekotanya itu di bursa transfer. Namun begitu, bukan berarti Red Devils kalah dalam segala hal. Soal pemain muda asli akademi, mereka ternyata lebih baik dari Man. City.

Dalam hal mengorbitkan pemain dari akademi, Mourinho di Man. United bisa dikatakan unggul atas Guardiola di Man. City. Faktanya, menit bermain para penggawa asli akademi Red Devils musim ini jauh lebih tinggi dibanding para pemain lulusan akademi di Man. City.

Marcus Rashford, Axel Tuanzebe, Joel Pereira, Scott McTominay, dan Angel Gomes telah tampil dalam 2.678 menit di berbagai ajang yang diikuti Red Devils. Sementara itu, Phil Foden, Brahim Diaz, Tom Dele-Bashiru, Lukas Nmecha, dan Tosin Adarabioyo total hanya mencicipi 707 menit aksi di lapangan bersama The Citizens.

Memang benar, Man. United terdongkrak oleh keberadaan Rashford. Namun, perlu diingat pula bahwa McTominay telah tampil selama 600 menit. Itu dua kali lipat dari menit main tertinggi pemain asli akademi di kubu sang seteru sekota, Adarabioyo, yang turun selama 300 menit di Liga Champions dan Carabao Cup.

Musim lalu, Mourinho juga memberikan kesempatan bermain kepada dua pemain akademi Man. United lainnya. Mereka adalah Josh Harrop dan Demetri Mitchell.

Kritik Neville
Kepercayaan Guardiola yang rendah terhadap para pemain akademi The Citizens sangat terlihat saat dia hanya membawa enam pemain cadangan dalam laga menghadapi Burnley, akhir pekan lalu. Gary Neville, eks kapten Man. United, tak ragu menyebut itu sebagai lelucon.

“Jika Anda manajer tim junior di Man.City, tolonglah telepon dia. Lupakan tim kedua, masih ada tim junior yang tersedia. Bawalah anak-anak melakukan perjalanan dengan tim utama, membantu kitman, dudukkan di bangku cadangan, rasakan pengalaman laga Premier League, dan berikan dia dorongan semangat,” terang Neville kepada Skysports.

Lebih jauh, Neville menambahkan, “Dia tak perlu memasukkan pemain junior yang dibawa. Cukuplah memberikan pengalaman. Saya merasa dia melewatkan kesempatan untuk mempromosikan tim junior Man. City yang luar biasa.”

Dalam pandangan mantan penggawa timnas Inggris itu, Guardiola sebagai manajer kelas wahid dan terhormat tak seharusnya berkeras membawa pemain yang ada di tim utama. Memanggil pemain dari tim junior, kata dia, juga merupakan bentuk apresiasi terhadap para pelatih yang berada di akademi klub.